0 Items
(+62) 857 9284 6619 [email protected]

AGILE SCRUM METHOD

Scrum merupakan framework untuk management pengembangan software yang di kategorikan pada Agile Software Development Methodology’s dengan karakteristik cekatan dan bersifat interaktif dan incremental.

Scrum mendefinisikan dirinya flexible, strategi pengembangan yang menyeluruh dimana seluruh team bekerja sebagai satu unit dalam mencapai sebuah goal yang sama.

Scrum menarik karena scrum lebih condong pada cara memanage project secara partikal (practical process model) yang lebih menuntun team untuk melakukan hal-hal yang perlu dan menyarankan hal-hal yang tidak perlu dalam menginspeksi proses dan melakukan adaptasi terus menerus agar proses menjadi lebih terarah. Tidak seperti metodologi management project lain yang cenderung deskriptid dan heavyweights.

 

Scrum Role:

1. Product Owner

Orang yang menentukan spesifikasi atau feature dari software yang akan dibuat

2. Scrum Master

Orang yang bertanggung jawab untuk mengatur scrum proses selama project berjalan

3. Team

Semua pihak yang mengembangkan product yang diminta oleh product owner seperti business analyst, software architect, developers, testers, dan lain-lain

Scrum Worlflow


1. Product BackLog
2. Sprint Planning
3. Sprint BackLog
4. Sprint
5. Potentially Shippable Product
6. Sprint Review
7. Retrospective

1. Product Backlog

adalah daftar kegiatan (wishlist/desirement) Product Owner untuk produk yang akan dikembangkan oleh Team Pengembang. Product Backlog ini disiapkan dan diurutkan oleh Product Owner dan harus transparan bagi semua pihak

2. Sprint Planning

merupakan meeting yang merumuskan task – task apa saja yang akan dikerjakan pada satu sprint.

3. Sprint Backlog

adalah sebagian dari Peoduct Backlog yang telah disepakati oleh Peosuct Owner dan Team Pengembang untuk di kerjakan dalam satu Sprint beserta daftar cara pengerjaannya. Sprint Backlog dapat berupa daftar TODO yang sederhana.

4. Sprint

merupakan putaran/iterasi yang dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai waktu yang telah ditentukan atau product telah selesai. Selama sprint ini ada daily scrum yaitu pertemuan 15 menit per hari untuk evaluasi apa saja yang telah dikerjakan, hambatan yang ada dan target penyelesaian untuk bahan meeting selanjutnya.

5. Potentially Shippable Product

merupakan outcome dari hasil dari sprint yang telah dilakukan yang berisi apakah ada perubahan/ perbaikan yang perlu dilakukan pada product yang sedang dikerjakan.

6. Sprint Review

merupakan meeting yang dilakukan setelah satu kali pengerjaan sprint selesai dimana Team mendemonstrasikab apa yang telah dicapai dalam satu sprint tersebut kepada Product Owner dan Scrum Master.

7. Sprint Retrospective

merupakan meeting yang dilakukan pada terakhir satu masa sprint dimana masing-masing anggota Team mengutarakan pendapat mereka terkait kinerja team pada satu sprint terakhir. Pendapat yang diutarakan lebih mengarah ke kemampuan komunikasi, pembagian tugas dan sebagainya tanpa membahas sisi teknis project.

Sekarang giliran kita menerapkannya 🙂 microsoft google dan semua persahaan besar sudah berhasil dengan Agile Scrum.

Salam iOn ” I am connectiOn – We’re Connected”